Sinopsis Rangrasiya Episode 44 part 2 By Dian
lagu darmiyaan diputar.
Mereka keluar untuk melepas kain dari tali,mereka terus melihat satu sama lain.
Paro dan Rudra mengemasi tas mereka.
Paro melihat kancing baju Rudra lepas
Paro " aku akan memperbaikinya,kau ganti dulu.
Rudra " bagaimana kau tahu?
Paro " aku sudah menghabiskan banyak waktu denganmu sehingga aku tahu kesukaan dan ketidaksukaanmu.
Seperti aku tahu kau tidak suka kentang yang hangus,kau menyukai nuansa hitam dan seragam yang bahkan tidak kau sukai,kqu menyukai kaos hitamku dan Jaket hitam yang kau kenakan bahkan dalam cuaca panas,kau terlihat seperti pahlawan di dalamnya.
Rudra mendekat ke Paro.
Rudra " apa lagi yang aku suka?
Paro " kamu suka bulan ini.
Rudra " aku suka bulan purnama saja.
Paro " kadang setengah bulan purnama seperti setengah cerita,terkadang setengah momen sudah cukup untuk menghabiskan seluruh hidup dan hidup nampak indah bersama mereka.
Jangan duduk di sampingku karena jarum tidak bisa disentuh,dikatakan di desaku untuk tidak duduk disamping orang yang sedang menjahit.
Rudra " Di setiap desa dikatakan,jarum bisa menyakiti dimana-mana.
Rudra akan duduk tapi Paro memegangnya.
Rudra " aduh.
Paro " apa jarumnya sakit?
Paro khawatir,Rudra tersenyum.
Paro " jangan lakukan lelucon ini lagi,lihat bulannya.
Rudra " kenapa kamu melihatku?
Paro " untukku,kau ialah bulanku.
Rudra " bulan memiliki noda.
Paro " titik hitamnya untuk diselamatkan dari mata jahat.
Rudra " tapi aku tidak memiliki titik hitam.
Paro akan meletakkan kajal / eye liner padanya.
Rudra " apa yang kamu lakukan?
Paro berjalan di belakangnya,mereka jatuh di tempat tidur,Paro mengambil teleponnya,rudra meminta untuk memberikannya kembali
Paro " tidak.
Rudra jatuh padanya dan mereka saling pandang,Paro melakukan selfie.
Rudra tersenyum melihatnya.
Paro " aku akan tidur di lantai.
Rudra " tidur di tempat tidur.
Paro menolak.
Rudra " kalau kita di kereta besok maka aku tidak akan tidur denganmu,kalau cahaya padam di kereta kamu harus tidur diantara orang-orang aneh.
Paro " aku akan tidur nyenyak saja.
Mereka tidur,Rudra sudah kembali ke paro,Paro bangkit dan melihat Rudra tidur nyenyak,dia tersenyum dan menaruh noda hitam di kepalanya.
Rudra memegang tangannya,Paro tidur nyenyak.
Di pagi hari,Paro bangun dan melihat Rudra tidur di sampingnya.
Paro " saat dia sembuh,aku akan meninggalkannya,tapi sampai saat itu setiap saat seperti satu kehidupan yang menimpaku.
Paro membangunkan Rudra,Rudra melihat memegangi tangannya dan Paro pergi.
Rudra " bersiap-siaplah,kita harus pergi.
Rudra bersiap-siap di depan cermin,dia tegang melihat titik hitam.
Rudra menatapnya
Paro dan Rudra pergi dengan tas mereka,Maithili datang ke sana,dia tegang,dia melakukan aarti pada mereka,Maithili meletakkan tilak pada Rudra dan Paro dan menangis,dia memeluk paro,Rudra bingung.
dia pergi dari sana.
Rudra " apa yang terjadi padanya?
Paro " aku ingin mengatakan sesuatu.
Rudra " kita sudah terlambat.
Paro " tidak,aku ingin mengatakannya,aku tahu kau mengetahuinya tapi tetap saja aku ingin mengatakan kalau aku sangat mencintaimu,aku mencintaimu lebih dari segalanya,aku mencintaimu lebih dari hidupku,kebahagiaanku,mimpiku.
Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu.
Paro meletakkan tangannya di mulut Rudra.
Paro " aku ingin mengatakan itu.
Kau tidak perlu mengatakan apapun.
Paro pergi sementara Rudra tercengang mendengar pengakuannya.
Paro dan Rudra bertemu dokter.
Dokter " kabar baik,tanganmu akan baik-baik saja,kamu harus bertemu RK joshi.
Rudra " Mayor RK Joshi?
Dokter " dia di bsd sekarang,dia akan membuatmu berolahraga dan kamu akan baik-baik saja dalam sepuluh hari.
Paro jadi senang.
Rudra " Jadi kami bisa kembali ke chandnagarh?
Dokter mengangguk.
Rudra " Paro,apakah kamu akan terus berdoa di sini atau kita akan pergi.
Paro dan Rudra masuk ke mobil,Paro mengingatkan dokter kalau Rudra akan baik-baik saja,Paro tersenyum.
Rudra " mengapa kau tersenyum?
Paro " jika kau tersenyum,kau tidak akan kehilangan apapun.
Rudra " Aku tidak tersenyum.
Paro " Jadi kau tidak ingat kau sedang tertawa terbahak-bahak.
Rudra teringat tertawa karena Paro.
Rudra " begitu tanganku baik-baik saja maka aku akan memberimu warna biru dan aku akan melihat siapa yang tertawa.
Paro menjadi sedih dan mengingat janjinya kepada dewa kalau dia akan meninggalkan Rudra saat dia akan baik-baik saja.
Paro mulai menangis.
BACA SELANJUTNYA :
Sinopsis Rangrasiya Episode 44 Part 3

0 Response to "Sinopsis Rangrasiya Episode 44 part 2 By Dian"