Sinopsis Rangrasiya Episode 73 part 2 By Dian
rudra berkata apa sekarangku?
Maithili mengatakan sekarang kau mencintainya.
Rudra menatapnya tegang.
Dia berkata tidak seperti itu, Maithili berkata kalau kau mungkin berbohong tapi mata kau selalu berkata kebenaran dan lidah kau juga
tidak mendukungmu, dan maayra juga mencintaimu, Rudra mengatakan aku tidak mau membicarakannya, Maithili berkata banyak orang kesedihan dalam hidup tapi hanya sedikit orang yang mendapat kesempatan kedua, kebahagiaan mengetuk pintunya lagi dan kamu harus menerimanya, rudra berkata apa yang kamu inginkan?
kalau aku berkata padanya kalau aku mencintainya?
Haruskah aku memintanya untuk menghentikan pernikahannya, dia sendiri yang ingin melakukan pernikahan ini, Maithili pergi.
Maayra, rohit, dhruv, koyal saling lari satu sama lain, mereka bermain, mereka semua tertawa, rudra datang ke sana dan tersenyum melihat mereka bahagia, rohit berjalan di belakang maayra untuk menangkapnya tapi maayra bersembunyi di belakang rudra, rudra menghemat melindungi maayra dari rohit , Dia mengangkat maayra di tangannya dan berlari dari sana, dhruv sampai pada rudra dan berkata kalau kau menyelamatkan maayra, pelukan tiga, ternyata ialah mimpi rudra, rohit meraih maayra di belakang rudra, maayra berkata mengapa kau tidak menyelamatkan aku rudra?
Rudra mengatakan maaf
Rudra sedang tidur, dia membayangkan paro duduk di sampingnya, katanya paro?
Aku sangat merindukanmu, paro mengatakan kau tahu kalau kau memenuhi janjimu untuk menjadi ayah yang baik, senyum rudra, kata paro tapi dhruv ku membutuhkan seseorang untuk memberinya cinta keibuan, aku sudah melihat gadis itu paling baik sebagai ibu dhruv, siapa namanya?
Rudra berkata maayra, dia ialah anak kecil seperti, selalu marah, paro
berkata kalau kau tahu kalau aku percaya pada takdir, aku percaya pada cintamu, aku percaya kalau kau ialah penyelamatku, dia memberi contoh sati maata, yang mengirim wanita lain ke shiv nya Hidup, paro mengatakan aku percaya kalau untuk sati maata mungkin sulit untuk melihat shiv dengan wanita lain tapi aku tahu kalau dia pasti yang paling bahagia melihat dia mengirim seseorang yang akan mengurus semuanya, sama seperti yang harus kamu pikirkan di masa depan.
Dari kau dan dhruv, tolong tinggalkan
aku, aku ialah masa lalumu, biarkan aku pergi, jangan pegang aku, kau harus menemukan cinta baru, kau harus terus maju, hidup kau harus terus berlanjut dan itulah sebabnya mengapa Maayra dikirim kepadamu, rudra berkata apa yang kau katakan?
Kamu mengirim maayra kepadaku Dhruv juga berpikir kalau tapi bagaimana hal itu bisa dilakukan, paro berkata kalau kau memerlukan kesempatan kedua karena
itulah mengapa maayra dikirim kepadamu, dia terpaksa menyeberang jalan kau setiap saat sehingga dia bisa memasuki hidupmu, itulah sebabnya dia datang ke rumahmu, aku harus mengirim penggantian aku dan itu ialah maayra, rudra memegang tangan paro dan berkata jangan pergi, jangan tinggalkan aku, dia menangis, paro mengatakan aku harus pergi, daun paro, rudra bangkit dari tidur dan semuanya Ternyata menjadi mimpi
rudra.
Dia emosional Paro mengatakan kau butuh kesempatan kedua karena itulah maayra dikirim kepadamu, dia terpaksa menyeberang jalanmu setiap saat sehingga dia bisa masuk ke dalam hidupmu karena itulah dia datang ke rumahmu, aku harus mengirim penggantian milikku dan itu ialah maayra , Rudra memegang tangan paro dan mengatakan jangan pergi, jangan tinggalkan aku, dia menangis, paro mengatakan aku harus pergi, paro daun, rudra bangun dari tidur dan ternyata semuanya ialah mimpi rudra.
Dia emosional Paro mengatakan kau butuh
kesempatan kedua karena itulah maayra dikirim kepadamu, dia terpaksa menyeberang jalanmu setiap saat sehingga dia bisa masuk ke dalam hidupmu karena itulah dia datang ke rumahmu, aku harus mengirim penggantian milikku dan itu ialah maayra , Rudra memegang tangan paro dan mengatakan jangan pergi, jangan tinggalkan aku, dia menangis, paro mengatakan aku harus pergi, paro daun, rudra bangun dari tidur dan ternyata semuanya ialah mimpi rudra.
Dia emosional
Maithili datang ke kamarnya dan tidak menemukan bayinya di tempat tidur, dia bertanya pada samrat, mereka berdua merasa tegang dan pergi keluar untuk melihat, mohini bersama bayi di aula, dia bermain dengan dia, samrat dan Maithili mendatanginya.
Dan mereka tertegun, mohini mengatakan samrat sedang tidur dan dia menangis jadi aku membawanya dari kamar, apakah kamu berdua tegang melihatku di tanganku?
Maithili berkata tidak, dia tampak senang di tanganmu, mohini berkata kalau dia
seharusnya seperti aku ialah neneknya, samrat membawa surat berharga dan berkata kalau aku sudah mengubahnya menjadi namamu, rumah ini milik kau sekarang, kau hanya perlu menandatangani, kata mohini Tidak, apa yang akan aku lakukan dengan membawa rumah ini, aku tidak tahu berapa hari sisa hidupku, lelucon shtabdi kalau kau tidak akan pergi begitu cepat, mohini berkata kepada samrat kalau kau mengambil surat-surat ini, samrat tersenyum.
BACA SELANJUTNYA :
Sinopsis Rangrasiya Episode 73 Part 3

0 Response to "Sinopsis Rangrasiya Episode 73 part 2 By Dian"