Sinopsis Baru

Sinopsis Rangrasiya Episode 47 part 1 By Dian


Sinopsis Rangrasiya Episode 47 part 1 By Dian
Rudra " Aku ingin menjawab siswa yang mengejekku kalau ibuku melarikan diri tapi jawaban apa yang bisa aku berikan karena kau memang melarikan diri sehingga aku memukuli dia lalu aku luka di kepala, memar ini membuatku ingat kalau kau melarikan diri, aku berterimakasih kepadamu atas kenangan indah ini, aku harus berterima kasih kepadamu karena banyak luka tapi kau tidak akan melihatnya, karena itu berada di dalam, mereka memberiku rasa sakit, mereka menjepitku, ini ialah luka yang memalukan, ini ialah luka rasa sakit dan luka di lempar di tikungan, bisakah kamu mengerti rasa sakit karena luka ini?
Tidak, tidak akan.

Paro datang kesana.
Mala menangis.

Rudra " Jangan tunjukkan air matamu, ini milikku, aku hanya punya air mata, kamu menjalani hidupmu dengan pria lain, kamu memiliki kehidupan mewah tapi aku dan ayahku menderita, ayah cacat, apa yang kumiliki, aku tidak punya apapun.
Jangan menangis, apa orang pikir kalau wanita menyukai tenggelam dalam emosi.
Berhenti menangis, kamu sudah berbuat banyak untuk kami.
Sesudah apa yang kau lakukan, aku masih hidup dan sekarang kami juga hidup tanpamu, tanpa ada yang mendukung dan meninggalkan kami sendirian, pergilah dari kehidupan kami.
15 tahun yang lalu kau sudah mengambil keputusan, kau meninggalkan kami.
Tapi sekarang aku mengambil keputusan untuk ayahku, tinggalkan kami, jangan pernah datang ke sini, pergi dari sini.

Rudra pergi dari sana untuk minum, Mala jatuh ke lantai dan menangis.
Paro mendatanginya dan memintanya duduk.

Paro " jangan menangis, aku akan datang.

Paro pergi ke Rudra.

Paro " kamu ingat saat kita ketemu di bus, ibumu meninggalkanmu dan orangtuaku juga meninggalkanku, aku ingin mengatakan kalau aku mengerti rasa sakitmu, aku tahu sakit seseorang yang pergi dari hidupmu.

Rudra " kamu tidak mengerti aku, rasa sakitku berbeda, orang tuamu tidak meninggalkanmu atas kemauan mereka, tidak ada yang mengatakan kepadamu kalau ibumu tidak berkarakter, kau tidak hidup dalam rasa malu sehingga jangan pernah mengatakan kepadaku kalau aku jangan marah dengan dia, aku berbicara dengannya, aku membencinya dan aku akan melakukannya.

Paro " baiklah, marah saja padanya, tunjukkan kemarahanmu padanya, tetapi cobalah untuk mendengarkan pendapatnya juga saat kau marah, berikan dia kesempatan untuk mengatakan cerita dari sisinya.

Paro memegang wajah Rudra.

Paro " tidak untuknya tapi untukku dengarkan dia.

Rudra " aku membuatmu melihat lukaku, aku katakan tentang rasa sakitku tapi kau berada di pihaknya, kau memihaknya.

Paro " tidak, aku berada di pihakmu.

Rudra " tidak, kau ada di pihaknya.

Rudra pergi.

Paro " bagaimana cara memberitahumu tentang pihak siapa pun yang membuat semua anggota berada di satu pihak.

Dilsher meminta Danveer menelpon Rudra lagi.

Danveer " Dia tidak menjawabnya.

Dilsher " Paro ada bersamanya, dia akan menanganinya.

Mohini dan Sunehri datang kesana
Sunehri " Ya ampun, kenapa kamu tidak ikut acara pertunangan?

Danveer " aku tidak mood.

Mohini " pertunangan ini ialah anak dari temanmu.

Mohini melihat Danveer tegang.

Mohini " apa yang terjadi?
cuaca rumah sepertinya tidak bagus?

Danveer menatapnya.

Mohini " apakah ada yang meninggal?

Danveer " hentikan, aku sakit kepala.

Maithili " aku akan mengobatinya.

Danveer " tidak perlu.

Semuanya berjalan, Danveer tegang.

Samrat " Maithili, ayah tampak tegang
Mohini datang ke sana.

Mohini " Samrat, aku ingin berbicara denganmu.

Samrat " ya
Mohini " aku tahu istri dan suami ialah satu tapi aku ingin berbicara dengan anakku saja, apakah aku memerlukan izin Maithili?

Maithili " tidak perlu.

Maithili pergi.

Mohini " Samrat, beritahu aku bagaimana cara memotret di telepon ini.

Samrat mengatakan padanya.
Mohini mengambil foto Samrat.

Samrat " mengapa ibu memotretku.

Mohini " Kenapa?
Aku ialah ibu mertua yang membawa Maithili kemudian mengambilnya.

Samrat " tidak perlu.

Samrat pergi.

Mohini " (berpikir) aku ingin mengambil fotomu untuk pernikahan kedua.

Dilsher tegang dan melihat surat Mala
Surat " Aku harus pergi sekarang, aku mencoba untuk memperbaiki hubungan kita tapi sekarang aku bosan dengan usaha ini, jadi aku akan pergi.

FB ditampilkan.

Mala datang ke Rudra yang sedang tidur dan memintanya untuk datang bersamanya, Dilsher datang ke sana dan menyeretnya keluar.

Mala " biarkan aku mengambil anakku.

Dilsher melemparnya keluar rumah.

Dilsher " Kalau kamu ingin pergi, pergi saja.
Kau ingin menghancurkan setiap hubungan maka aku tidak akan menghentikanmu, tapi kau tidak akan mendapatkan apapun dari rumah ini.
Kau akan pergi sendiri, dia ialah anakku dan akan tinggal bersamaku, aku tidak akan membiarkanmu membawanya, pergi sendiri.

FB berakhir.
BACA SELANJUTNYA :
Sinopsis Rangrasiya Episode 47 Part 2

0 Response to "Sinopsis Rangrasiya Episode 47 part 1 By Dian"