Sinopsis Rangrasiya Episode 44 part 4 By Dian
Paro " cinta ialah cinta,jika kau merasakan cinta pada siapapun lalu tunjukkan itu,kamu tidak tahu sampai kapan kamu bersama cintamu,beberapa orang menunjukkan cinta secara terbuka dan beberapa menyembunyikan foto di ponsel mereka.
Rudra terkejut dan berpikir kalau Zain Abdullah pasti memberitahunya.
Paro melihat laut.
Paro " Aku mau pergi ke sana.
Rudra " aku tidak mau.
Paro berlari ke arah itu,Rudra berjalan di belakangnya.
Paro menikmati pantai sementara Rudra terus menatapnya
Di pondok,Zain dan Aaliya semakin dekat,Zain mencium dahi Aaliya,dan saling berbagi momen intim di tepi kolam renang,Zain memegang Aaliya di pelukannya.
Paro datang ke Rudra.
Paro " Laut ini sangat besar tapi sangat tenang,apakah kamu tahu berenang?
Rudra " iya
Paro " kamu akan menyelamatkanku saat aku akan tenggelam?
Paro berjalan dan akan jatuh tapi Rudra menahannya dan menegur dia.
Paro " tenang,aku tidak tenggelam dan kamu disini untuk menyelamatkanku
Rudra dan Zain berdiri di balkon
Zain " hari ini aku mengetahui kalau kami suka berkeliaran di Mumbai.
Rudra " aku juga baru tahu kalau Paro menyukai laut.
Zain " kamu sepertinya disiplin tapi kamu tidak sebanyak itu.
Rudra " kamu nampak periang tapi kamu tidak sebanyak itu.
Zain " aku riang tapi Aaliya mengubahku,dia merubah Hidupku,dia lebih cantik dari hatinya,kapan kau bilang aku mencintaimu pada Paro.
Rudra " apa?
Zain " berarti kau tidak mengatakan kepadanya kalau aku mencintaimu.
Aaliya memanggil Zain,Zain menyarankan rudra untuk mengatakannya karena hal itu tidaklah sulit.
Di malam hari,pasangan duduk di kebun,Zain dan Aaliya terbaring di satu sofa yang berdekatan satu sama lain,sementara Rudra dan Paro duduk di kursi yang berbeda,Zain mengatakan beberapa puisi romantis untuk Aaliya
tujhe paaya tu jana ishq kiya hai
(sesudah mendapatkanku,aku baru tahu apa itu cinta)
kya naam doon kya muqamam doon
(nama dan tempat apa yang harus kuberikan padamu)
sochta hoon zindagi adhori hai tere bina
(Aku pikir hidupku tidak lengkap tanpamu)
jab meri zindagi zindagi hi nai tere bina
(Karena hidupku bukan hidup tanpamu)
Zain kemudian meminta Rudra untuk mengatakan sesuatu untuk Paro,Paro melihat Rudra dan mengatakan tidak perlu,Rudra mulai bernyanyi lagu kuch-kuch hota hai.
Paro menertawakan nyanyiannya yang buruk,Rudra kemudian bernyanyi secara emosional dan Paro melihatnya,Paro mengingat Zain meminta Aaliya untuk memberi dia energi,dan Aaliya memberinya tangannya,Paro melihat tangan Rudra dan memegangnya,Rudra menatapnya.
Paro " Aku hanya ingin memberi energi.
Rudra " apa?
Aaliya menyela dan meminta Paro untuk melepaskannya dan membuat makan malam untuk mereka.
Paro dan Aaliya datang ke dapur untuk menyiapkan makanan.
Aaliya " apa yang disukai Rudra?
Paro " dia menyukai kentang dan sayuran.
Lalu Zain?
Aaliya " dia menyukai apapun yang dibuat olehku.
Mereka mencium bau api karena ada hubungan pendek,mereka datang untuk melihatnya,dan tertangkap dalam api
Di luar Rudra menceritakan kisahnya dan Paro kepada Zain.
Rudra " dia datang dalam kehidupanku tapi aku merasa dia selalu ada dalam kehidupanku.
Mereka mendengarkan Paro dan Aaliya berteriak dan pergi melihatnya,mereka melihat Paro dan Aaliya terjebak dalam api,mereka berteriak keras dan pintu tertutup.
Zain memanggil pemadam kebakaran sementara Rudra merasa sulit menarik tangannya yang mati rasa.
Dia mencoba dan dengan banyak rasa sakit dia bisa menariknya,dia mematahkan pintu sementara Zain menyelamatkan Aaliya.
Rudra menyelamatkan Paro.
Paro berusaha kabur dari Rudra.
Rudra mengancam akan melenyapkan Paro dan Rudra berada di kereta,mereka duduk bersama,Paro merasa mengantuk.
Rudra " mengapa kamu bangun jam 6 pagi.
Paro " kamu juga bangun.
Rudra mengambil botol dengan tangannya dan minum air putih.
Paro ingat bagaimana Rudra menarik tangannya saat melihatnya terbakar.
Rudra " aku tidak percaya tanganku baik-baik saja,beberapa jam kemudian kita akan tiba di rumah.
Paro " (berpikir) hanya kamu yang akan pulang dan aku akan menjauh darimu
Rudra " Mumbai,kau benar untuk bertanya kepadaku agar tetap di sana.
Paro " Aku juga menyukainya.
Rudra " Aku ingin mengatakan sesuatu.
Paro memalingkan wajahnya sisi lain dan menyeka air matanya,Rudra memegang tangan Paro.
Dia melihat ke arahnya
Paro " ambil satu rudrakash maala dari tanganku.
Rudra " apa yang sedang kau lakukan?
Paro " ingat,kalau kau mengatakan kalau aku dapat mengambilnya kembali saat aku memaafkanmu.
Rudra " di sana tidak ada yang tersisa untuk dimaafkan jadi aku mengambilnya.
Mengapa kau menangis?
Paro " (berpikir) aku harus meninggalkanmu karena itulah aku menangis,aku takut.
Paro tidak mengatakan apa-apa.
Rudra " kamu tinggal di sini,aku akan datang.
Dia menatapnya dan bilang jangan buang muka seperti tadi,dia pergi.
Paro " apa yang aku lakukan,aku tidak bisa hidup dalam mimpi,aku harus pergi dari hidupmu,Aku harus memenuhi janjiku,aku hanya punya beberapa hari bersamamu.
Apakah aku bisa membujuknya,apakah dia bisa hidup tanpaku,dia seperti anak kecil,dia menyelamatkanku setiap saat.
diri
BACA SELANJUTNYA :
Sinopsis Rangrasiya Episode 45 Part 1

0 Response to "Sinopsis Rangrasiya Episode 44 part 4 By Dian"