Sinopsis Rangrasiya Episode 40 part 1 By Dian
Rudra " keluar dari rumahku karena kau berbohong,aku tahu kau sudah mengatakan kebohongan.
Paro mencoba untuk mengganggu tapi Rudra menghentikannya.
Mohini " bagaimana jika ditulis paling sedikit dia dinyanyikan.
Laila " Aku melakukannya sehingga keluargamu menerima aku.
Rudra " kamu bilang kamu sudah berubah.
Laila " iya.
Kau dulu percaya kalau aku ialah utusan untukmu tapi mengapa tidak ada kepercayaan sekarang,mengapa kau merasa terganggu dengan kehadiranku,apa yang sudah aku lakukan sehingga kau sangat membenciku,katakan padaku.
Laila menangis.
Paro datang.
Paro " aku tahu dia melakukan kesalahan tapi kesempatan kedua diberikan kepada semua,aku diberi kesempatan ke 2 juga untuk menjalani hidupku.
Rudra " Kau tahu apa yang kau sukai,dia berbohong.
Paro " ya itu salah,tapi membaca aarti dari kertas tidaklah salah.
Tapi mengatakan kalau kesukaanmu salah,jangan berbohong lagi tapi 2 kesempatan yang diberikan.
Rudra " lakukan apapun yang kamu mau.
Rudra pergi tanpa sarapan pagi.
Laila bilang maaf untuk Paro dan semua,Mohini nyengir.
Danveer " jika Laila ini menjadi alasan untuk pertengkaran antara Paro dan Rudra maka tidak ada alasan untuk membuatnya tetap di sini.
Mohini " Tapi dilsher bilang dia tidak bermasalah dengan dia tinggal di sini jadi apa masalahnya?
Danveer " aku akan bicara dengan kakak.
Mohini melipat tangannya.
Mohini " jangan lakukan itu,kapan pun kita mencoba melakukan sesuatu yang baik pada mereka sesuatu terjadi,seperti anakku.
Danveer " jangan sebut namanya.
Mohini " Baik,tapi berjanji padaku kalau kamu tidak akan berbicara di sana.
masalahnya karena dia ialah tamu kita.
Mohini pergi,Laila menyeretnya.
Laila " tidak baik dengan rumah ini tapi jika kau mencoba untuk datang,maka aku akan melemparkanmu ke sungai gangga.
Rudra sedang mencari sesuatu.
Paro " apa yang kamu cari?
Rudra " telponku.
Paro meletakkan sesuatu di meja,ada catatan yang bertuliskan "Pertama minum tehmu dulu maka kamu akan menemukan ponselmu"
Paro " minumlah maka kamu akan mendapat telepon.
Rudra melempar kertas.
Rudra " aku tidak butuh teleponku.
Rudra akan keluar tapi berpikir dan kembali,dia minum teh,pura-pura tersenyum.
Rudra " Dimana teleponku?
Paro memberinya dari kotak aarti.
Paro " kamu akan berseragam sesudah berhari-hari jadi aku akan melakukan tilak padamu.
Rudra " tidak.
Paro " jangan bilang tidak untuk berkat.
Paro melakukan tilak nya,tangan Rudra menggigil,Paro mengerti dan meletakkan tangan Rudra di atas kepalanya.
Paro " Aku berharap kau sukses dalam menjalani hidup dan membuat kepalaku bangga denganmu.
Paro melepaskan tangannya tapi Rudra terus memegangi jari Paro.
Paro " jangan marah padaku.
Rudra akan pergi tapi Paro menghentikannya.
Rudra " Pertama kamu menipuku untuk minum teh,kamu akan melakukan apa yang ingin kamu lakukan denganku.
Paro " itu untukmu.
Rudra " kalau sudah kemari,maka kau seharusnya sudah mendengarkanku.
mengapa kau ingin Laila tinggal di sini?
Paro " biarkan dia tinggal sampai dia sembuh.
Jangan pergi dengan wajah marah sebagai pertanda baik,pergi dengan senyum.
Jika kau pergi seperti ini,bahkan kucing hitam pun akan mati sebelum menyeberang jalanmu.
Rudra keluar.
Paro " Baik,jangan tersenyum tapi minimal ucapkan selamat tinggal.
Paro berlari sampai gerbang tapi Rudra berjalan lurus tanpa menatapnya,Laila datang ke sana
Laila " dia keluar memakai seragam,dia tidak akan melihat ke arah siapa pun,dia ialah batu,dia tidak pernah melihat siapa pun,jangan memiliki harapan palsu.
Paro menjadi sedih.
Rudra akan segera keluar tapi jatuh di matanya,dia meletakkan tangan di matanya dan berbalik,dia melihat Paro dan tersenyum,paro tersenyum padanya dan melambaikan tangan,rudra tersenyum dan pergi keluar.
Paro " dia tersenyum menatapku,dia bukan batu.
Paro melihat Laila,dia datang ke Maithili.
Paro " Kakak,dia menatapku dan tersenyum,aku sangat senang sehingga aku ingin menari.
Maithili " Menari saja,siapa yang akan menghentikanmu.
Dia memainkan musik,Laila dan Mohini marah.
Paro menari dengan gembira di lagu nagada sang dhol.
Laila " (berpikir) dia melihat Paro dan tersenyum,dia memiliki sesuatu untukmu di matanya dan kau melihatnya tapi kau tidak memiliki hak untuknya.
Laila mengambil bubuk cabai merah di tangannya.
Laila " sekarang cabai merah ini tidak akan membiarkanmu melihat Rudra.
Laila menaruh banyak cabai dalam air.
Dia keluar dan mulai menari.
Paro menatapnya dan mereka mulai menari.
Laila menari dengan semangat.
Laila mundur dan bertepuk tangan saat Paro menari dengan gembira.
Laila mengambil air campuran cabai merah itu dan memberikannya pada Sunehri untuk dilemparkan ke Paro,Sunehri meminta Maithili untuk melempar,Maithli memanggil Paro yang sedang menari,Paro berbalik dan Maithili melempar air ke atasnya,Paro berteriak.
Paro " mataku,Mataku terbakar.
Laila " matamu akan terbakar karena kamu mencoba melihat Rudra,kamu mencoba merebut Rudra dan hakku,jadi kamu harus terbakar.
Dokter datang memeriksa Paro.
Mohini " Laila,apa kau yang melakukan itu?
BACA SELANJUTNYA :
Sinopsis Rangrasiya Episode 40 Part 2

0 Response to "Sinopsis Rangrasiya Episode 40 part 1 By Dian"