Raghu (kakak paakhi) " kehidupan yang berjalan dengan Anda, katakan apa kami salah, ini ialah hak kami
Paakhi " tapi kakak...
Taisa " tapi apa paakhi, pemudanya sangat baik, dia akan membuatmu bahagia dan akan memberkati kita.
Paakhi berbicara tentang pernikahan masa kecilnya, dan " mungkin ini salah "
Raghu " ya itu salah, menurut Anda dia akan datang untuk memberitahu Anda, tidak menunggu dia.
Anshuman sedang berada di perjalanan
Paakhi " saya tidak menunggunya, saya ingin menghubungkan atau mengakhirinya sepenuhnya.
Paakhi " aku ingin dia mengatakan kalau dia akan menjaga hubungan atau istirahat itu, tetapi harus mengatakan itu akhirnya.
Taisa " nyata dan dongeng itu berbeda , dan kau tau itu, dongeng hanya cerita, tidak nyata.
Anshuman bertanya kepada seorang pria tentang rumah paakhi.
Raghu " pikirkanlah, dia sangat baik, lihatlah dulu
Taisa " setujulah paakhi
Paman paman paakhi datang.
Paman paakhi " setujulah paakhi demi paman setujulah.
Raghu " pikirkanlah
Bibi paakhi " paakhi, bibimu mohon
Taisa " setujulah paakhi demi semuanya, setuju
Semua orang meyakinkan paakhi.
Seorang anak perempuan berlari ke arah paakhi dan memegang dagu paakhi
Paakhi memberi tanda iya.
Semuanya bersorak senang Anshuman datang untuk bertemu Pakhi. Dia berjalan di jalur ramai sementara Pakhi bersiap-siap untuk bertemu orang itu.
Paakhi melihat seorang anak perempuan mengintipnya lewat pintu, paakhi membuka pintu dan bercanda dengannya
Paakhi menggelitik anak itu.
Paakhi " ada apa ??
Anak perempuan " bibi ini lipstik, kalau kau pakai, kau akan terlihat mempesona.
Paakhi tertawa.
Paakhi " kenapa, apa aku tidak tampak mempesona
Anak perempuan " tampak, tapi jika kau pake ini kau akan sangat bersinar.
Mereka bercanda tawa, anak perempuan itu " bibi apa kau bahagia " paakhi " ya, kenapa.
Anak perempuan " tunggu sebentar.
Anak perempuan itu mengambil foto pernikan paakhi saat kecil dan menunjukkannya pada paakhi dan " bibi apa kau tahu bagaimana dia, dia mungkin telah berubah.
Anshuman berada di keramaian.
Paakhi mengambil foto itu dan " ini foto, bagaimana bisa mengetahuinya...
Paakhi " tentu saja aku tidak tahu.
Anshuman berada dalam keramaian.
Gadis itu berdoa agar Pakhi bertemu dia. Pakhi bilang aku hanya ingin tahu dia tinggal hubungan ini atau tidak, apakah ia menunggu untuk saya dan saya menikah dengan orang lain di sini.
Anshuman datang dengan kertas dan mengatakan kalau " hubungan akan berakhir ketika dia menandatangani ini.
Seseorang memanggil paakhi, paakhi berbicara kepada anak itu " pergilah dan bilang aku akan segera datang.
Paakhi sedang memakai antingnya.
Anshuman berdiri di bawah jendela.
Lagu " bol na dilse " dimainkan.
Salah satu anting paakhi terlempar dan jatuh pada tas anshuman.
Paakhi melihat salah satu antingnya hilang.
Anshuman merasa ada yang jatuh dari atas.
Paakhi melihat keluar jendela.
Paakhi berbalik ketika anshuman melihat ke arah atas.
Paakhi " kemana antingnya, aku pake yang lain aja.
Anshuman lalu pergi
Semua orang sedang menunggu untuk pengantin pria dan mereka melihat Anshuman datang dan berpikir dia ialah orang yang datang untuk melihat Pakhi.
Raghu pergi menyambut keluarga sang pria
Raghu melewati anshuman, dan menemui keluarga sang pria.
Paman paakhi datang kepada anshuman dan " ayo, ayo.
Anshuman " ini paakhi, paakhi shekawat.
Paman paakhi " ya, dia keponakanku.
Raghu mengatakan kepada anshuman untuk membuka sepatunya dan meletakannya disini.
Anshuman mulai membuka sepatunya
Anshuman membuka sepatunya, anshuman merasa aneh.
Anshuman masuk ke dalam rumah.
Raghu " hei kau kenapa kau berdiri disini
Anshuman " sebenarnya saya ingin.. Paman paakhi memotong pembicaraan dan " kita mengenali anda.
Anshuman " kau mengenal saya.
Paman paakhi " ya, Anda datang dengan keluarga orang itu dari kota, tepat.
Paman paakhi mempersilakan nya untuk masuk
Anshuman masuk dan duduk. Para perempuan membawa makanannya.
Mereka memakannya.
Seorang pria " hei kau cobalah
Anshuman " tidak aku tidak makan permen
Dia membuat anshuman memakan permen itu.
Bibi paaki " hei kau lihatlah apakah pemudanya telah datang.
Seorang wanita datang dan " aku telah melihatnya, semuanya telah datang "
Bibi paakhi memanggil paakhi
Bibi paakhi memuji paakhi dan memintannya untuk memberikan teh kepada semua orang.
Paakhi datang dan duduk.
Anshuman melihat paakhi dan mengingat pernah melihat paakhi menari di benteng emas.
Pria " nak, siapa namamu ???
Raghu " ya, namanya paakhi.
Wanita " kau yang membuat makanan ini
Bibi paakhi memuji makanan paakhi.
Bibi paakhi memuji makanan yang paakhi buat.
Pria " apa hobimu??.
Anshuman " kamar mandi.
Semuanya terkejut.
Anshuman " dimana.
Semua orang lega.
Paman paakhi meminta chutki untuk mengantarnya.
Anshuman masuk ke kamar mandi dan menelpon lavanya.
Lavanya " anshuman dimana...
Lavanya " mengapa teleponmu tidak aktif, kau mendapat gadis itu.
Anshuman " ya aku mendapatkannya dan seorang pria datang untuk melihatnya.
Lavanya " itu berarti dia tidak menikah sampai sekarang. Lavanya meminta anshuman ntuk meninggalkan dari sana, kalau tidak mereka akan mengejarnya.
Anshuman " mereka tidak tahu saya, ini ialah waktu yang tepat karena mereka akan menandatangani surat tersebut dengan mudah.anshuman mengatakan percaya padaku ini. Lavanya kata tapi...Dia mengakhiri panggilan
Anshuman keluar dari kamar mandi.
Chutki " airnya ada kan
Chutki " ayo
Anshuman duduk, paakhi memberikan teh kepada anshuman.
Saat paakhi memberikan teh kepada anshuman, tangan nya bersentuhan dengan tangan anshuman.
Paakhi mengingat pernikahannya saat kecil.
Mereka menatap satu sama lain.
BACA SELANJUTNYA :
Sinopsis Paakhi Episode 3
Paakhi " tapi kakak...
Taisa " tapi apa paakhi, pemudanya sangat baik, dia akan membuatmu bahagia dan akan memberkati kita.
Paakhi berbicara tentang pernikahan masa kecilnya, dan " mungkin ini salah "
Raghu " ya itu salah, menurut Anda dia akan datang untuk memberitahu Anda, tidak menunggu dia.
Anshuman sedang berada di perjalanan
Paakhi " saya tidak menunggunya, saya ingin menghubungkan atau mengakhirinya sepenuhnya.
Paakhi " aku ingin dia mengatakan kalau dia akan menjaga hubungan atau istirahat itu, tetapi harus mengatakan itu akhirnya.
Taisa " nyata dan dongeng itu berbeda , dan kau tau itu, dongeng hanya cerita, tidak nyata.
Anshuman bertanya kepada seorang pria tentang rumah paakhi.
Raghu " pikirkanlah, dia sangat baik, lihatlah dulu
Taisa " setujulah paakhi
Paman paman paakhi datang.
Paman paakhi " setujulah paakhi demi paman setujulah.
Raghu " pikirkanlah
Bibi paakhi " paakhi, bibimu mohon
Taisa " setujulah paakhi demi semuanya, setuju
Semua orang meyakinkan paakhi.
Seorang anak perempuan berlari ke arah paakhi dan memegang dagu paakhi
Paakhi memberi tanda iya.
Semuanya bersorak senang Anshuman datang untuk bertemu Pakhi. Dia berjalan di jalur ramai sementara Pakhi bersiap-siap untuk bertemu orang itu.
Paakhi melihat seorang anak perempuan mengintipnya lewat pintu, paakhi membuka pintu dan bercanda dengannya
Paakhi menggelitik anak itu.
Paakhi " ada apa ??
Anak perempuan " bibi ini lipstik, kalau kau pakai, kau akan terlihat mempesona.
Paakhi tertawa.
Paakhi " kenapa, apa aku tidak tampak mempesona
Anak perempuan " tampak, tapi jika kau pake ini kau akan sangat bersinar.
Mereka bercanda tawa, anak perempuan itu " bibi apa kau bahagia " paakhi " ya, kenapa.
Anak perempuan " tunggu sebentar.
Anak perempuan itu mengambil foto pernikan paakhi saat kecil dan menunjukkannya pada paakhi dan " bibi apa kau tahu bagaimana dia, dia mungkin telah berubah.
Anshuman berada di keramaian.
Paakhi mengambil foto itu dan " ini foto, bagaimana bisa mengetahuinya...
Paakhi " tentu saja aku tidak tahu.
Anshuman berada dalam keramaian.
Gadis itu berdoa agar Pakhi bertemu dia. Pakhi bilang aku hanya ingin tahu dia tinggal hubungan ini atau tidak, apakah ia menunggu untuk saya dan saya menikah dengan orang lain di sini.
Anshuman datang dengan kertas dan mengatakan kalau " hubungan akan berakhir ketika dia menandatangani ini.
Seseorang memanggil paakhi, paakhi berbicara kepada anak itu " pergilah dan bilang aku akan segera datang.
Paakhi sedang memakai antingnya.
Anshuman berdiri di bawah jendela.
Lagu " bol na dilse " dimainkan.
Salah satu anting paakhi terlempar dan jatuh pada tas anshuman.
Paakhi melihat salah satu antingnya hilang.
Anshuman merasa ada yang jatuh dari atas.
Paakhi melihat keluar jendela.
Paakhi berbalik ketika anshuman melihat ke arah atas.
Paakhi " kemana antingnya, aku pake yang lain aja.
Anshuman lalu pergi
Semua orang sedang menunggu untuk pengantin pria dan mereka melihat Anshuman datang dan berpikir dia ialah orang yang datang untuk melihat Pakhi.
Raghu pergi menyambut keluarga sang pria
Raghu melewati anshuman, dan menemui keluarga sang pria.
Paman paakhi datang kepada anshuman dan " ayo, ayo.
Anshuman " ini paakhi, paakhi shekawat.
Paman paakhi " ya, dia keponakanku.
Raghu mengatakan kepada anshuman untuk membuka sepatunya dan meletakannya disini.
Anshuman mulai membuka sepatunya
Anshuman membuka sepatunya, anshuman merasa aneh.
Anshuman masuk ke dalam rumah.
Raghu " hei kau kenapa kau berdiri disini
Anshuman " sebenarnya saya ingin.. Paman paakhi memotong pembicaraan dan " kita mengenali anda.
Anshuman " kau mengenal saya.
Paman paakhi " ya, Anda datang dengan keluarga orang itu dari kota, tepat.
Paman paakhi mempersilakan nya untuk masuk
Anshuman masuk dan duduk. Para perempuan membawa makanannya.
Mereka memakannya.
Seorang pria " hei kau cobalah
Anshuman " tidak aku tidak makan permen
Dia membuat anshuman memakan permen itu.
Bibi paaki " hei kau lihatlah apakah pemudanya telah datang.
Seorang wanita datang dan " aku telah melihatnya, semuanya telah datang "
Bibi paakhi memanggil paakhi
Bibi paakhi memuji paakhi dan memintannya untuk memberikan teh kepada semua orang.
Paakhi datang dan duduk.
Anshuman melihat paakhi dan mengingat pernah melihat paakhi menari di benteng emas.
Pria " nak, siapa namamu ???
Raghu " ya, namanya paakhi.
Wanita " kau yang membuat makanan ini
Bibi paakhi memuji makanan paakhi.
Bibi paakhi memuji makanan yang paakhi buat.
Pria " apa hobimu??.
Anshuman " kamar mandi.
Semuanya terkejut.
Anshuman " dimana.
Semua orang lega.
Paman paakhi meminta chutki untuk mengantarnya.
Anshuman masuk ke kamar mandi dan menelpon lavanya.
Lavanya " anshuman dimana...
Lavanya " mengapa teleponmu tidak aktif, kau mendapat gadis itu.
Anshuman " ya aku mendapatkannya dan seorang pria datang untuk melihatnya.
Lavanya " itu berarti dia tidak menikah sampai sekarang. Lavanya meminta anshuman ntuk meninggalkan dari sana, kalau tidak mereka akan mengejarnya.
Anshuman " mereka tidak tahu saya, ini ialah waktu yang tepat karena mereka akan menandatangani surat tersebut dengan mudah.anshuman mengatakan percaya padaku ini. Lavanya kata tapi...Dia mengakhiri panggilan
Anshuman keluar dari kamar mandi.
Chutki " airnya ada kan
Chutki " ayo
Anshuman duduk, paakhi memberikan teh kepada anshuman.
Saat paakhi memberikan teh kepada anshuman, tangan nya bersentuhan dengan tangan anshuman.
Paakhi mengingat pernikahannya saat kecil.
Mereka menatap satu sama lain.
BACA SELANJUTNYA :
Sinopsis Paakhi Episode 3

0 Response to "Sinopsis Paakhi Episode 2 by Yohana"